Saat ini tren fashion semakin berkembang dan penuh inovasi. Bahkan sekarang ini mulai marak ecoprint, yaitu suatu teknik mereplika berbagai bagian tumbuhan (terutama dedaunan) menuju permukaan kain. Beragam konveksi pakaian mulai menggunakan ecoprint ini, bahkan sampai konveksi jersey. Ada beberapa tanaman rekomended untuk dijadikan bahan ecoprint. Simak selengkapnya di artikel ini.

Dengan menggunakan dedaunan seadanya, seorang pengrajin dapat membuat corak dan motif kain yang unik dan khas. Boleh dibilang setiap hasil kain ecoprint memiliki warna serta pola yang berbeda-beda alias tidak ada yang sama sekalipun. Itulah salah satu alasan mengapa ecoprint ini laris di pasaran.

Meski tergolong sederhana, proses pembuatan ecoprint ini memerlukan keterampilan yang mumpuni agar corak yang dihasilkan memuaskan. Dengan peralatan yang sederhana Anda sudah bisa membuat ecoprint sendiri sesuai keinginan Anda. namun jangan lupa untuk meminta pendampingan dari para ahli.  

Tak semua daun bisa dijadikan bahan ecoprint. Sumber: https://bungafo.blogspot.com/
Tak semua daun bisa dijadikan bahan ecoprint. Sumber: https://bungafo.blogspot.com/

Setidaknya peralatan yang perlu Anda siapkan mencakup plastik bening yang berguna sebagai alas kain, kain katun atau sutera sebagai tempat yang hendak diberi corak motif, ember berukuran sedang dan juga alat pengukus yang berguna untuk proses pengukusan kain.

Ecoprint; Bisa Dipelajari Otodidak

Bagi Anda yang menginginkan ecoprint namun tidak ingin membelinya, maka membuat sendiri ialah solusi yang bisa diambil. Jangan khawatir, karena ternyata ecoprint bisa dipelajari secara otodidak. Hal ini dibuktikan oleh salah seorang pengrajin ecoprint dari Sleman, Yogyakarta. Sejak tahun 2017 hingga kini ia telah memproduksi banyak sekali kain ecoprint.

Berawal dari permintaan konsumen yang meminta produk yang berasal dari limbah alam. Dari situlah sang pengrajin melakukan serangkaian uji coba. Waktu demi waktu berlalu, genap 6 bulan memlakukan uji coba, dengan juga dibantu oleh youtube selaku mentor, sang pengrajin akhirnya berhasil membuat kain bermotif dengan teknik ecoprint.

Beragam Dedaunan untuk Ecoprint

Contoh daun yang dapat digunakan sebagai bahan ecoprint. Sumber: bungafo.blogspot.com
Contoh daun yang dapat digunakan sebagai bahan ecoprint. Sumber: bungafo.blogspot.com

Bila ditelisik lebih dalam, ternyata tidak semua dedaunan dapat dan cocok dipakai untuk proses ecoprint. Ada daun-daun tertentu saja yang bisa digunakan untuk ecoprint. Maka dari itu, sebagai pengrajin kain perlu memang mengetahui secara gamblang daun-daun serta tanaman apa yang cocok dan rekomended untuk ecoprint ini.

Adapun beberapa kriteria dedaunan yang rekomended untuk dijadikan bahan ecoprint diantaranya daun yang dipakai untuk ecoprint memiliki ketebalan tertentu, tidak terlalu tipis dan tidak terlalu tebal, lau tanaman memiliki bentuk permukaan daun yang tidak licin. Setidaknya dua poin inilah yang selalu menjadi acuan.

Ada beberapa dedaunan yang kami rekomendasikan sebagai bahan untuk ecoprint seperti daun jarak, daun kayu afrika, daun pongporang atau daun lanang, dan rumput-rumputan. Termasuk juga daun jati yang berumur masih muda. Hal ini jelas terbalik dengan daun pada umumnya yang harus tua dan sudah jatuh ke tanah.

Adapun penyimpanan yang kami rekomendasikan untuk daun-daun bahan baku ecoprint ialah di dalam freezer. Anda cukup membersihkan daun itu sejenak lalu memasukkannya ke freezer. Dengan dimasukkannnya dedaunan dalam freezer, tingkat keawetan daun bisa sampai waktu yang cukup lama, enam bulan.

Jangan sekali-kali menyimpan dedaunan di dalam plastik karena nantinya akan menyebabkan kondisi daun jamuran. Boleh dibilang ini masalah cukup fatal, karena daun yang sudah memiliki jamur sudah expired alias sudah tidak bisa dipakai untuk ecoprint karena akan mengurangi kualitas yang ada.

Selain coraknya yang sederhana karena menggunakan dedaunan seadanya, pewarnaan kain ecoprint ternyata juga menggunakan bahan-bahan alalmi pilihan yang dijamin keunikannya. Daun-daunan, biji-bijian dan kayu-kayuan ialah beberapa contoh pewarna alami yang khas. Salah satu faktor ecoprint mempunyai keragaman warna ialah karena perbedaan warna yang keluar dari daun yang berbeda-beda.

Tata Cara Pembuatan Ecoprint

Langkah pertama kali yang perlu Anda lakukan untuk membuat ecoprint ialah sediakan kain berupa sutera atau katun, lalu rendam selama kurang lebih 60 menit dengan larutan tertentu. Hal ini berfungsi supaya zat kimia pada kain hilang seketika. Lalu cobalah rebus kain tersebut dan diamkan selama semalaman.

Setelah itu keringkan kain yang telah didiamkan semalam. Setelah itu kain siap untuk proses ecoprint. Siapkan plastik yang mana berguna sebagai alas kain agar tidak kotor. Lalu cobalah untuk menata daun yang telah dipersiapkan. Anda bisa menata dedaunan sesuai keinginan Anda. bisa ditata tiga lembar daun kecil atau satu lembar daun besar itu disesuaikan dengan selera.

Perlu keahlian khusus untuk membuat ecoprint. Sumber: bungafo.blogspot.com
Perlu keahlian khusus untuk membuat ecoprint. Sumber: bungafo.blogspot.com

Apabila daun sudah ditata sedemikian rupa, Anda perlu memberi lagi alas plastik. Sehingga diatas dan dibawah kain dilapisi oleh plastik. Setelah itu Anda bisa menggulung kain dan mengikatnya, lalu kukuslah di tempat yang telah disediakan selama dua jam.

Apabila proses kukus telah selesai, bukalah gulungan kain tersebut dan keringkan dengan memberikannya angin sepoi-sepoi. Namun perlu Anda perhatikan, jangan sampai Anda letakkan kain tersebut dibawah sinar matahari langsung. Hal ini dilakukan supaya hasil warna ecoprint semakin kuat. Coba diamkan 5-7 hari supaya daun semakin kuat menempel di kain.

Proses yang terakhir yaitu fiksasi warna alam pada ecoprint. Anda bisa menggunakan larutan tertentu untuk menetapkan warna yang ingin ditonjolkan pada ecoprint. Setelah itu bilas kain dan jemur kembali. Ketika kain kering berarti kain sudah siap digunakan. Kurang lebih memerlukan setidaknya 10 hari untuk membuat ecoprint ini.

Akhir kata, membuat ecoprint tidak sesulit yang dibayangkan. Apabila Anda sudah mengetahui ilmunya maka semua akan terasa lebih mudah. Anda bisa juga membaca artikel kami lainnya tentang taman kota dan pupuk bioneensis. Semoga bermanfaat, sampai jumpa.

Tukang Taman Berpengalaman.