Taman hidroponik adalah salah satu ide yang menarik. Jika biasanya taman dinikmati dari sisi keindahan dan menghasilkan udara yang bersih, taman yang satu ini bisa memberikan manfaat lebih. Karena hidroponik biasanya berisi berbagai tanaman seperti sayur dan buah buahan yang bisa dikonsumsi setelah panen.

Ada berbagai ide taman yang menarik untuk dicoba. Taman minimalis, taman vertikal, taman dengan kolam dan ide lainnya. Keberadaan ruang hijau di lingkungan memang diperlukan. Bahkan disarankan sebuah lingkungan berkomposisi 70% bangunan dan 30%-nya taman karena manfaatnya bagi siklus hidup di dalamnya.

Untuk Anda yang tidak hanya sekedar ingin menikmati keindahan lingkungan dengan taman yang memiliki berbagai tanaman hias didalamnya, cobalah taman hidroponik. Taman ini bisa menjadi alternatif bagi siapa saja yang tidak memiliki lahan tanah untuk bercocok tanam. Simak informasinya berikut ini.

Istilah Hidroponik

Taman Hidroponik, sumber : Artikel SpaceStock
Taman Hidroponik, sumber : Artikel SpaceStock

Meskipun istilah Hidroponik baru diciptakan pada tahun 1930-an, namun sebenarnya banyak studi yang melatarbelakangi penemuan cara bercocok tanam yang satu ini. Seorang filsuf, negarawan dan penulis dari Inggris Francis Bacon menulis sebuah buku yang didalamnya terdapat ulasan terkait menaman tanaman darat tanpa tanah sebagai medianya pada tahun 1600-an. Inilah yang disebut-sebut sebagai awal mula penelitian yang menghasilkan hidroponik.

Di tahun-tahun bahkan abad-abad setelahnya terus dilakukan penelitian yang menjadi akumulasi ditemukannya hidroponik seperti nutrisi mineral bagi tanaman. Yaitu pada tahun 1842 dimana Julius von Sachs dan Wilhelm Knop menemukan elemen penting yang dibutuhkan oleh tanaman tanpa harus melibatkan tanah. Sehingga elemen mineral ini dapat tersedia dalam bentuk larutan.

Hidroponik, definisi mudahnya adalah bercocok tanam tanpa tanah sebagai medianya. Media tanam yang dipakai adalah air. Namun tentu saja air yang bernutrisi untuk tanaman yang ditanam. Di sinilah asal kata hidroponik yang terdiri dari dua kata, hydro dan ponos yang bermakna air dan daya.

Jadi hidroponik merupakan solusi dari berbagai penelitian tentang cara bercocok tanam yang baik. Hasilnya ternyata juga bisa menjadi alternatif bagi siapa saja yang tidak memiliki lahan berupa tanah untuk bercocok tanam. Istilah ini diciptakan oleh Gericke sejak tahun 1937.

Taman Hidroponik

Untuk Anda yang tidak memiliki lahan berupa tanah subur, tidak perlu berkecil hati. Taman Hidroponik bisa menjadi alternatif untuk menjadi pemandangan yang segar di rumah atau lingkungan Anda. Bukan hanya pemandangan, taman yang satu ini juga memiliki hasil yang bisa dikonsumsi.

Sistem Taman Hidroponik, sumber : Gojek
Sistem Taman Hidroponik, sumber : Gojek

Taman hidroponik cocok diisi dengan berbagai tanaman dengan akar yang dangkal seperti bayam, selada, tanaman herbal bahkan buah strawberry. Namun taman ini berbeda teknik tanam serta perawatannya. Perbedaan yang paling besar adalah bahwa taman ini tidak melibatkan tanah sama sekali. Berikut cara membuat hidroponik yang praktis untuk dicoba.

1. Pembibitan

Sangat disarankan untuk menggunakan bibit hibrida supaya mutu buah/sayur yang dihasilkan cukup optimal. Dalam hal ini, tidak semua tanaman dapat dibudidaya menggunakan metode hidroponik. Beberapa yang sudah terbukti adalah Strawberry, Tomat, Selada, Pok coy dan beberapa lainnya.

2. Penyemaian

Penyemaian sistem hidroponik bisa menggunakan bak dari kayu atau plastik. Bak tersebut berisi campuran pasir yang sudah diayak halus, sekam bakar, kompos dan pupuk kandang dengan perbandingan 1:1:1:1. Semua bahan tersebut dicampur rata dan dimasukkan ke dalam bak dengan ketinggian sekitar 7cm.

Masukkan biji tanaman dengan jarak 1×1,5 cm. Tutup tisue/karung/kain yang telah dibasahi supaya kondisi tetap lembab. Lakukan penyiraman hanya pada saat media tanam mulai kelihatan kering. Buka penutup setelah biji berubah menjadi kecambah. Pindahkan ke tempat penanaman yang lebih besar bila pada bibit telah tumbuh minimal 2 lembar daun.

3. Persiapan media tanam

Syarat media tanam untuk hidroponik adalah mampu menyerap dan menghantarkan air, tidak mudah busuk, tidak mempengaruhi pH, steril, dll. Media tanam yang bisa digunakan dapat berupa gambut, sabut kelapa, sekam bakar, rockwool (serabut bebatuan). Kemudian isi kantung plastik, polibag, pot plastik, karung plastik, atau bantalan plastik dengan media tanam yang sudah disiapkan.

Strawberry Hidroponik, sumber : Hort Americas
Strawberry Hidroponik, sumber : Hort Americas

4. Pupuk

Karena media tanam pada sistem hidroponik hanya berfungsi sebagai pegangan akar dan perantara larutan nutrisi, untuk mencukupi kebutuhan unsur hara makro dan mikro perlu pemupukan dalam bentuk larutan yang disiramkan ke media tanam. Kebutuhan pupuk pada sistem hidroponik sama dengan kebutuhan pupuk pada penanaman sistem konvensional.

5. Perawatan tanaman

Perawatan pada sistem hidropinik pada dasarnya tidak berbeda jauh dengan perawatan pada penanaman sistem konvensional seperti pemangkasan, pembersihan gulma, penyemprotan pupuk daun.

Jika tanaman tidak tumbuh sesubur yang Anda inginkan, kemungkinan tanaman tidak mendapatkan cukup udara dan terlalu banyak kelembapan. Cek apakah akar tanaman membusuk. Jika akar mulai busuk atau bau, naikkan sehingga akar yang terendam air berkurang.

Taman hidroponik memiliki tingkat pertumbuhan 30-50 persen lebih cepat dan hasil yang lebih banyak dibandingkan taman yang menggunakan tanah. Untuk membuat taman hidroponik, awali dengan membangun sistem hidroponik. Kemudian, tanam tumbuhan ke sistem ini sehingga dapat tumbuh. Rawatlah taman hidroponik setiap hari dan nikmati tanaman sehat di rumah Anda.

Itu dia berbagai informasi seputar hidroponik, termasuk sedikit petunjuk tentang tata cara menanam tanaman hidroponik. Sistem hidroponik bisa menjadi alternatif untuk membuat taman di rumah Anda tanpa harus menggunakan lahan tanah sebagaimana taman biasanya. Simak terus berbagai informasi seputar taman di jasa taman Jogja go green garden.

Open chat
Tukang Taman Berpengalaman.